Posts Tagged ‘badilag’

Seputar DIklat Cakim 2008

Senin, Maret 10th, 2008

Selama satu bulan, PPMKP Ciawi berubah menjadi kawah candradimuka bagi 214 calon hakim peradilan agama. Dinginnya suhu kawasan puncak ini, sama sekali tidak membekukan semangat calon pelaksana tugas pokok kekuasaan kehakiman ini. Niat kuat untuk menjadi hakim yang berintegritas dan profesional yang tertanam dalam diri mereka, telah membakar semangat yang mempu menumbangkan rasa dingin, rasa lelah bahkan rasa kangen pada keluarga.

CAKIM2008

Pusdiklat Tenaga Teknis Peradilan, yang dikomandani Dr. Supandi, adalah institusi yang diberikan amanah untuk mecetak aparatur peradilan ( khususnya tenaga teknis) yang profesional melalui penyelenggaraan Diklat. Dalam pelaksanaan Diklat Cakim Angkatan III ini, Supandi menegaskan bahwa para peserta akan dikondisikan untuk menjadi hakim yang berintegritas, bermoral tinggi, dan profesional.

Sistem yang dikembangkannya, menurut Supandi, tidak hanya bertumpu pada proses pembelajaran di kelas, tetapi terhadap seluruh prilaku peserta selama 24 jam.

“Dari mulai bangun tidur, berjamaah sholat, ucapan, makan, berpakaian, dll, peserta harus mengkondisikan sebagai seorang hakim”, tutur Supandi ketika memberikan pengarahan kepada peserta Minggu malam (24/2).

Untuk mendukung hal tersebut, tambah Kapusdiklat teknis ini, diperlukan tertanamnya nilai-nilai disiplin dalam diri masing-masing peserta. Supandi menilai disiplin sebagai conditio sine quanon bagi terbentuknya sosok yang berintegritas.

“Tanpa disiplin, profesionalitas dan moralitas no way” tuturnya.

Meskipun persolan disiplin sangat individual, namun penyelenggara diklat telah menciptakan sistem yang mendukung penanaman disiplin tersebut. Instrumen penanaman disiplin tersebut antara lain adanya tata tertib, sistem pengawasan prilaku peserta, serta adanya materi PBB ( peraturan baris-berbaris).

Mengenai materi PBB ini, menurut ketua panitia penyelenggara Hj. Sumarni Marzuki, SH, MH, dipandang perlu menjadi bagian dari kurikulum diklat karena didalamnya terkandung penanaman disiplin dan pengendalian diri. Menurutnya, materi PBB ini telah dijadikan materi diklat sejak penyelanggaraan diklat tahun lalu di Anyer, Banten.

“Pemberian materi PBB kepada para Cakim tidak dimaksudkan militerisasi hakim, tetapi instrumen untuk menanamkan disiplin, dan pengendalian diri yang pada dasarnya sudah ada pada diri masing-masing”, tutur Sumarni saat memberikan pengarahan sebelum digelar latihan baris-berbaris, Selasa (26/2)

Untuk membangun mental, menurut Sumarni, panitia pun akan memberikan pelatihan ESQ bagi para peserta yang langsung dipandu oleh Ary Ginanjar.

Kehadiran materi PBB dan ESQ dikurikulum Diklat ditanggapi positif oleh Dirjen Badilag. Menurut Wahyu Widiana, persoalan disiplin adalah menyangkut persoalan kecerdasan emosional dan spiritual. “Disiplin akan tumbuh subur dalam pribadi yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual. Upaya kreatif untuk memotivasi tumbuhnya disiplin dan mentalitas positif lainnya memang sangat diperlukan. Jika dalam Diklat ada materi tersbeut, ini suatu terobosan yang mengandung mashlahat”, ujar Dirjen. (asep nursobah | badilag.net)